Facebook Twitter Instagram YouTube

ELITE GLOBAL YANG SESUNGGUHNYA


Kita sering mendengar kata “Elite Global”. Pasti selama ini banyak pertannyaan tentang apa itu elite global, apa yang ada di dalamnya, siapa mereka, bagaimana cara mereka berkerja. Hal-hal tersebut pasti muncul dari pikiran orang orang yang kritis dan peka terhadap kehidupan sekitarnya. Elite global sangat kuat kaitanya dengan sistem zalim yang selama ini kita percayai dengan sistem yang maha benar. 
Elite Global terdiri dari dua kata yaitu Elite dan Global. Elite diartikan sebagai sekelompok kecil orang-orang yang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb.) Global dalam bidang sosiologi artinya meliputi seluruh dunia atau berarti secara umum, keseluruhan, secara bulat, dan secara garis besar dalam bidang geografi. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa Elite Global adalah sekelompok orang- orang tertentu yang memiliki kekuasaan terhadap dunia. Mereka adalah orang orang yang sangat kaya, posisinya di puncak struktur-struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam : ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas, para bangsawan-bangsawan juga bisa disebut Elite seperti Raja, raden atau lain sebagainya. Apakah anda pernah berfikir bahwa elit global itu mendekte kehidupan kita?. Saya akan menjawab iya, karena merekalah yang menguasai dunia ini dengan system yang mereka buat. Elite Global ini adalah orang-orang yang sangat kaya, mereka mendapatkannya bukan dengan cara yang jujur tapi karena telah menerapkan system yang membuat kita sebagai masyarakat, berada dalam kondisi krisis, kemiskinan, perampokan dan lain sebagainya.

Logika sederhananya adalah jika kita memiliki uang besar, katakanlah 100 miliar rupiah, kemudian kita menggunakannya untuk membeli daging semua uang tersebut otomatis persediaan daging menurun drastis dan menyebabkan lonjakan harga yang sangat tinggi. Harga 1 kg menjadi 10 juta Rupiah. ini tidak ada untungnya kita beli daging untuk apa? rakyat menjadi kesulitan membeli daging apa hati nuranimu tidak rusak? bukankah itu suatu kerugian? berarti hukum keseimbangan berlaku “barangsiapa tidak membelanjakan uangnya maka itu akan menjadi kesia-siaan” “barangsiapa yang membelanjakan uangnya maka harga barang akan semakin mahal yang mana akan meniadakan nilai uang tersebut sekalipun kita memiliki 1 triliun kita tetap tidak akan bisa membelinya”

Sementara kenyataannya elit global tidak hanya menguasai daging tapi menguasai seluruh aspek kehidupan. contoh nyatanya adalah “Chemical Trails”  yang menyebabkan petani gagal panen, HARRP yang menyebabkan bencana alam, orang-orang umurnya menjadi pendek dan hidup layaknya zombi tidak bisa berfikir jernih dengan doktrin media masa yang korup.

Sebenarnya bumi mampu menampung manusia berkali-kali lipat dari total jumlah keseluruhan manusia pada saat ini, bahkan masih tersisa keberlimpahan yang tiada tara, hanya saja sekarang terlihat sebaliknya itu karena elit global.

Para pemimpin dunia disuap, memang itu dapat membuatnya kaya tapi apa “ujungnya” ? mengizinkan penyebaran chemtrail terhadap rakyat supaya sakit, tapi apakah dia tidak berfikir kalau rakyat sakit otomatis produktivitas menurun, tidak ada yang bekerja di sawah, tidak ada yang membuat produk inovasi, pendapatan per kapita menurun, tidak ada hotel bintang lima? Mungkin mereka hanya menginginkan pengakuan eksklusifitas dari elit global berada pada jajaran tertinggi derajat tertinggi hierarki dunia tertinggi dan manusia paling hebat. sedangkan manusia yang lainnya dianggap penganggu mempersempit lahan bumi, menganggu pemandangan sehingga wajib diberantas layaknya serangga yang disemproti pestisida.

Penciptaan dunia yang ideal demi kepentingannya tanpa mempedulikan orang kelas bawah dimana setiap sumber daya hanya boleh dikuasai oleh 1 orang saja.

catatan : artikel ini hanya bersifat opini dan tidak ditujukan untuk pihak tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *